Tips Menulis Essay

Tips Menulis Essay (Julian)

Mengapa Menulis Essay?

  • Menulis adalah ekspresi dari gagasan yang lahir atas perenungan atau respon atas fenomena.
  • Menulis adalah leverage untuk mengubah seseorang bahkan mungkin peradaban.

Tahap I: Pendahuluan yang Menggigit

Topik yang Meyakinkan

  • Topik yang kuat lahir dari letupan pikiran yang memaksa kita untuk "tidak bisa tidak, ini harus dituliskan".
  • Topik yang kuat bisa didorong dengan dua hal:
    • Menentukan tujuan tulisan kita:
      • Membuka mata orang, menunjukkan apa yang selama ini dipahami salah.
      • Menuliskan apa yang banyak orang pikirkan, tapi tak pernah tertuliskan.
      • Merangkaikan gejala yang muncul, meprediksikan apa yang akan terjadi.
      • Menguraikan gagasan raksasa menjadi hal-hal yang mudah dilakukan.
      • Memberikan solusi atas problem yang rumit.
      • Menceritakan kisah emosional menegangkan untuk memberikan makna dan pelajaran.
    • Memadukan tujuan tulisan dengan motivasi internal kita:
      • Apakah menuliskannya itu menjadi cara mengungkapkan dan meluapkan apa yang ada di dada kita?
      • Apakah menuliskannya itu membantu mengubah gerutuan kita menjadi sesuatu yang sistematis dan rasional?
      • Apakah menuliskannya itu akan mendorong orang lain melakukan hal yang kita anggap penting.
      • Apakah kita terobsesi dengan topik tulisan kita dan ingin orang lain juga bersemangat seperti kita?
  • Tujuan tulisan memperjelas apa yang mau kita raih, motivasi memastikan kita mencapainya.

Temukan Pancing yang Tepat

  • Pendahuluan adalah untuk memancing pembaca terus membaca. Ia membangun kepercayaan. Bukan sekadar gimmick.
  • Apa itu pancing? Pancing adalah tulisan setengah matang yang dapat berupa:
    • Pertanyaan - menanyakan sesuatu yang menarik, tapi tidak dijawab
    • Naratif - menuliskan suatu cerita, tapi tidak disimpulkan
    • Temuan - menyampaikan temuan baru, tetapi hanya secuil bagian saja yang disampaikan
    • Argumen - menyampaikan klaim yang besar, tapi tidak disebutkan alasannya.
  • Pancing berfungsi untuk:
    • mempertajam pendahuluan
    • membantu menemukan apa yang kita dan pembaca inginkan untuk diteruskan
  • Contoh pancing naratif:

    Saat ini pukul 3 dini hari, dan tak seorang pun yang lain yang terlihat dalam jarang pandang kami. Dari lereng gunung ini kami bergantian berteriak, tapi yang terdengar hanya pantulan suara kami sendiri. Kami mencoba untuk bergerak, tetapi jari kami yang membeku membuat kami tak bisa ke manapun. Apa yang seperti akan menjadi akhir bagi kehidupan kami, ternyata akan menjadi titik awal hidup kami. Dan ini adalah apa yang terjadi kemudian.

  • Contoh pancing temuan

    Peneliti menemukan bahwa ternyata 50% pasien Covid tak bisa merasakan bau dan rasa. 30% di antara mereka berakhir dengan kematian, tak bisa merasakan apapun. Yang tersisa menjadi sebuah pengetahuan baru, tentang apa yang menjadi kunci untuk bertahan hidup sebagai penderita Covid.