Pedomaan Ejaan Naskah Bidang Teknik Elektro

Pedoman ejaan untuk naskah bidang teknik elektro berdasarkan PUEBI. Pedoman ejaan berikut tidak menyebutkan pedoman ejaan selengkap PUEBI, akan tetapi hanya menyebutkan sebagian yang terkait dengan penulisan naskah bidang teknik elektro. Apa yang disebutkan berikut dituliskan berdasarkan pengalaman membimbing penulisan naskah bidang teknik elektro.

Ringkasan Ejaan Benar dan Salah

Berikut adalah ringkasan ejaan yang benar dan yang salah berdasarkan PUEBI. Sebagai ringkasan, konteks ejaan tidak disampaikan secara lengkap. Untuk memahami pedoman ejaan yang lebih lengkap silakan lanjutkan baca pada sub-bab berikutnya, atau silakan merujuk kepada PUEBI Daring atau PUEBI.pdf.

Penulisan Ejaan

  • ✅ 220 volt, ✅ 220 V, ✅ 10 kVA, ❌ 220 Volt
  • ✅ 1.000 meter, ✅ 1.000 m
  • ✅ Direktur PT PLN, ✅ para direktur berkumpul, ❌ para Direktur berkumpul
  • ✅ seluruh mahasiswa Teknik Elektro Unsoed, ❌ seluruh mahasiswa Teknik Elektro berkumpul
  • ✅ Kerja praktik di PLN Semarang, ❌ Kerja praktik di beri uang
  • ✅ Rp1.000, ❌ Rp.1.000, Rp. 1.000, ❌ Rp1000
  • ✅ Rp1.000,00, ❌ Rp.1,000.00, ❌ Rp1,000
  • ✅ S.T., ✅ M.T., ✅ Ph.D., ❌ ST , ❌ M. T, ❌ PhD.
  • alternating current (AC), ✅ direct current (DC)
  • ✅ PT, ✅ KTP, ✅ NIP, ✅ NIM, ❌ P.T. , ❌ PT., ❌ NIP., ❌ N.I.P, ❌ NIP:
  • ✅ SAW (ﷺ), ✅ SWT (ﷻ), ❌ S.A.W, ❌ S.W.T, ❌ SAW., ❌ SWT
  • ✅ PT PLN, ❌ PT. PLN , ❌ P.T. Telkom
  • ✅ Unsoed, ✅ LIPI, ✅ LAPAN, ✅ Bappenas, ✅ radar, ❌ UNSOED , ❌ Lapan, ❌ bappenas, ❌ Iptek, ❌ Lidar, ❌ RADAR
  • ✅ FT Unsoed, ✅ TE Unsoed, ✅ Faperta Unsoed, ❌ F.T. Unsoed
  • Dalam suatu daftar, ✅ I. Pendahuluan, ✅ I.1 Pendahuluan, ❌ I Pendahuluan, ❌ I.1. Pendahuluan
  • Sebagai sebuah judul, ✅ Bab 1 Pendahuluan, ✅ 1.1 Pendahuluan, ❌ Bab 1. Pendahuluan,❌ 1.1. Pendahuluan
  • ✅ Tabel 1, ✅ Gambar 2.2, ❌ Tabel 1., ❌ Gambar 2.3.
  • ✅ pukul 12.30, ✅ selama 12.30 jam, ❌ pukul 12:30, ❌selama 12:30 jam
  • ✅ pada halaman 1230, ✅ sebanyak 1.000 orang, ❌ pada halaman 1.230, ❌sebanyak 1000 orang
  • ✅ Imron Rosyadi, S.T., ❌ Imron Rosyadi S.T. , ❌ Imron Rosyadi ST, ❌ Imron Rosyadi, ST
  • ✅ abad XX, ✅ abad ke-20, ✅ abad kedua puluh, ❌ abad ke-XX, ❌ abad ke 20, ❌ abad ke-dua puluh
  • machine learning (ML), ✅ artificial intelligence (AI), ✅ internet of things (IoT), ✅ convolutional neural network (CNN), ❌ Machine Learning (ML), ❌ Artificial Intelligence (AI), ❌ Internet of Things (IoT), Convolutional Neural Network (CNN)
  • ✅ memiliki surat izin mengemudi (SIM), ✅ memiliki KTP (kartu tanda penduduk), ❌ memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
  • ✅ Cable News Network (CNN), ✅ Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE),❌Cable News Network (CNN), ❌ institute of electrical and electronics engineers (IEEE)
  • ✅ sebagaimana referensi [1], ❌ sebagaimana referensi[1]
  • ✅ tentang radar (radio detection and ranging) dan lidar (light detection and ranging), ❌ tentang radar(radio detection and ranging) dan lidar(light detection and ranging)
  • ✅ Tahun 2010—2013, ✅ Tanggal 5—10 April 2013, ✅ Jakarta—Bandung, ❌ Tahun 2010 - 2013, ❌ Tanggal 5- 10 April 2013, ❌ Jakarta - Bandung
  • ✅ D-3, ✅ S-1, ❌ D3, ❌ S1
  • ✅ di-back up, ✅ di-down-sampling, ❌ diback up, ❌ diback up, ❌ didown sampling
  • ✅ Nomor: 7/PK/II/2013, ✅ tahun ajaran 2012/2013, ❌ Nomor: 7 /PK /II /2013, ❌ tahun ajaran 2012 / 2013

Penulisan Pemerian

  • ✅ Komponen pasif pada rangkaian adalah resistor dan kapasitor.
  • ❌ Komponen pasif pada rangkaian adalah: resistor dan kapasitor.
  • ✅ Komponen pasif pada rangkaian ada dua: resistor dan kapasitor.
  • ✅ Komponen pasif pada rangkaian ada dua, yaitu resistor dan kapasitor.
  • ✅ Komponen pasif pada rangkaian adalah
    • resistor; dan
    • kapasitor.
  • ✅ Komponen pasif pada rangkaian adalah
    • resistor, dan
    • kapasitor.
  • ❌ Komponen pasif pada rangkaian adalah:
    • resistor, dan
    • kapasitor.
  • ✅ Komponen pasif pada rangkaian ada dua sebagai berikut.
    • resistor
    • kapasitor
  • ❌ Komponen pasif pada rangkaian sebagai berikut:
    • resistor
    • kapasitor
  • ✅ Komponen pasif pada rangkaian ada dua.
    • Yaitu:
      • resistor
      • kapasitor

Pedomaan Ejaan

Huruf Kapital

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang.
    • Misalnya:
      • André-Marie Ampère
      • Rudolf Diesel
      • Georg Ohm
    • Tetapi kapital tidak dipakai ketika menjadi nama orang menjadi nama jenis atau satuan ukuran. Misalnya:
      • 5 ampere
      • mesin diesel
      • 10 ohm
    • Huruf kapital dipakai jika satuan ukuran itu disingkat. Misalnya:
      • 5 A
      • 10 V
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, akademik, atau jabatan yang diikuti nama orang, atau jabatan suatu institusi.
    • Misalnya:
      • Profesor Suroso
      • Presiden Joko Widodo
      • Presiden Indonesia
      • Direktur IEEE
    • Tetapi tidak dipakai ketika tidak diikuti nama orang. Misalnya:
      • para profesor
      • dua orang direktur
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, bahasa, bulan, hari, nama geografi, dan nama peristiwa sejarah
    • Misalnya:
      • hari Jumat
      • bangsa Indonesia
      • negara Inggris
      • Perang Dunia II
      • Danau Toba
      • Jalan Sungkono
    • Tetapi tidak kapital ketika menjadi kata turunan atau tidak menjadi kata nama diri. Misalnya:
      • pengindonesiaan
      • kejawa-jawaan
      • jangan sampai terjadi perang dunia
      • jeruk bali
      • gula jawa
  • Huruf pertama setiap kata dalam judul skripsi, judul artikel, nama lembaga, nama organisasi, dan nama dokumen ditulis dengan kapital kecuali kata tugas di, ke, dari, dan, yang, tentang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
    • Misalnya:
      • Pengenalan Isyarat Tangan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dengan Algoritme YOLO
      • Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
      • Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan
    • Misalnya:
      • S.T.
      • M.T.
      • Prof.
      • Dr.

Huruf Miring

  • Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.
    • Misalnya:
      • Klasifikasi wajah dilakukan dengan algoritme convolutional neural network (CNN) yang merupakan bagian dari algoritme deep learning
      • Merancang alat untuk mendeteksi kematangan buah manggis (Garcinia mangostana).
    • Tetapi nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring. Misalnya:
      • Lembaga penyiaran Cable News Network (CNN) menyiarkan kegiatan Direktur Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Stephen Welby yang menyampaikan perkembangan teknologi convolutional neural network (CNN).

Huruf Tebal

  • Huruf tebal dapat dipakai untuk menegaskan bagian-bagian karangan, seperti judul buku, bab, atau subbab.
    • Misalnya:
      • Pendahuluan
      • 1.1 Latar Belakang

Kata Berimbuhan

  • Bentuk terikat ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
    • Misalnya:
      • infrastruktur
      • inkonvensional
      • multimeter

Gabungan Kata

  • Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah.
    • Misalnya:
      • model linear
      • persegi panjang
    • Tetapi jika sudah padu ditulis serangkai. Misalnya:
      • beasiswa
      • radioaktif
      • segitiga
  • Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran.
    • Misalnya:
      • melipat ganda
    • Tetapi jika mendapatkan awalan dan akhiran ditulis serangkai. Misalnya:
      • dilipatgandakan

Kata Depan

  • Kata depan, seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
    • Misalnya:
      • Melaksanakan kegiatan kerja praktik di PLN Semarang.
    • Tetapi ketika di sebagai awalan, ditulis serangkai. Misalnya:
      • Minyak transformator selalu diperiksa setiap hari.

Singkatan dan Akronim

  • Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan itu.
    • Misalnya:
      • S.T. = Sarjana Teknik
      • M.T. = Magister Teknik
      • Ph.D. = Philosophy Doctor
    • Sehingga penulisan singkatan berikut adalah salah:
      • ST
      • M. Si
      • PhD.
  • Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang bukan nama diri ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
    • Misalnya:
      • PT = Perseroan Terbatas
      • KTP = Kartu Tanda Penduduk
      • NIP = Nomor Induk Pegawai
      • NIM = Nomor Induk Mahasiswa
      • AI = Artificial Intelligence
    • Sehingga penulisan singkatan berikut adalah salah:
      • P.T. atau PT.
      • NIP. atau N.I.P atau NIP:
    • Tetapi jika bukan nama diri tidak dituliskan dengan kapital di awal katanya. Misalnya:
      • Perseroan terbatas (PT) memiliki modal dari saham-saham.
      • Penelitian tentang artificial intelligence (AI) sekarang semakin populer.
  • Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih (yang bukan huruf awal setiap kata) diikuti dengan tanda titik.
    • Misalnya:
      • sdr. = saudara
      • dll. = dan lain lain
    • Jika di akhir kalimat, cukup menggunakan satu titik.
      • Komponen yang dipakai adalah transistor, resistor, dll.
  • Singkatan yang terdiri atas dua huruf yang lazim dipakai dalam surat-menyurat masing-masing diikuti oleh tanda titik.
    • Misalnya:
      • a.n. = atas nama
      • s.d. = sampai dengan
  • Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata nama lembaga, organisasi, dan nama dokumen resmi termasuk yang berasal dari bahasa asing ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
    • Misalnya:
      • IEEE = Institute of Electrical and Electronics Engineers
      • BPPT = Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
      • FT = Fakultas Teknik
      • UI = Universitas Indonesia
  • Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.
    • Misalnya:
      • Cu = kuprum
      • 5 cm = sentimeter
      • 10 kVA = kilovolt-ampere (VA ditulis dengan kapital karena singkatan dari nama orang)
      • 3 kg = kilogram
      • Rp1.000 (singkatan mata uang dituliskan tanpa titik dan bersambung dengan nilainya)
      • US$100
    • Sehingga penulisan berikut adalah salah:
      • 5 Km
      • Rp. 200.000
  • Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
    • Misalnya:
      • LIPI = Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.
    • Misalnya:
      • Unsoed = Universitas Jenderal Soedirman
      • Bappenas = Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
      • Faperta = Fakultas Pertanian
  • Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan suku kata atau gabungan suku kata ditulis dengan huruf kecil.
    • Misalnya:
      • iptek = ilmu pengetahuan dan teknologi
      • radar = radio detection and ranging

Angka dan Bilangan

  • Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.
    • Misalnya:
      • Pemeriksaan kabel tegangan tinggi dilakukan tiga kali hingga lima belas kali dalam satu tahun.
    • Kecuali jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian, ditulis dengan angka misalnya:
      • Pegawai di PT Telkom Purwokerto sebanyak 15 orang, meliputi 8 orang laki-laki, dan 7 orang perempuan.
  • Bilangan yang bisa dinyatakan dengan satu atau dua kata pada awal kalimat ditulis dengan huruf.
    • Misalnya:
      • Lima puluh mahasiswa Unsoed mendapat beasiswa dari PT PLN.
    • Sehingga dihindari penulisan seperti berikut
      • 50 mahasiswa Unsoed mendapat beasiswa dari PT PLN.
    • Apabila bilangan pada awal kalimat tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya diubah. Misalnya:
      • PT PLN memberikan beasiswa terhadap 250 orang mahasiswa Unsoed.
  • Angka dipakai untuk menyatakan (a) ukuran panjang, berat, luas, isi, dan waktu serta (b) nilai uang.
    • Misalnya:
      • 0,5 sentimeter
      • 5 kilogram
      • 4 ampere
      • Rp5.000,00
  • Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.
    • Misalnya:
      • abad XX atau abad ke-20 atau abad kedua puluh
      • Perang Dunia II atau Perang Dunia Ke-2 atau Perang Dunia Kedua

Tanda Titik

  • Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
    • Misalnya:
      • I. Pendahuluan
        1. Metode Penelitian
    • Tetapi tanda titik tidak dipakai pada akhir penomoran digital yang lebih dari satu angka. Misalnya:
        1. Pendahuluan
      • 1.1 Latar Belakang
      • 1.2.1 Rumusan Masalah
      • III.A.2.b Langkah Penelitian
    • Tetapi tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran dalam judul tabel, atau gambar. Misalnya:
      • Tabel 1 Nilai Resistansi pada Komponen
      • Gambar 2.2 Diagram Topologi Mesh pada Sistem Internet of Things
      • Bab 1 Pendahuluan
  • Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
    • Misalnya:
      • Proses tersebut berjalan sampai pukul 01.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik)
      • Proses tersebut berjalan selama 01.35.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)
    • Sehingga penulisan waktu dan jangka waktu berikut adalah salah:
      • Pukul 12:30
  • Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
    • Misalnya:
      • Hambatan pada resistor tersebut adalah sebesar 13.000 ohm
    • Sehingga perlu berhati-hati ketika memindahkan bilangan yang berasal dari bahasa Inggris yang menggunakan koma (,) sebagai pemisah bilangan ribuan atau kelipatannya.
    • Tetapi tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Misalnya:
      • Hal ini merujuk kepada Handbook of Electrical Engineering halaman 1305 yang terbit pada tahun 2019.

Tanda Koma

  • Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
    • Misalnya:
      • Komponen pasif dalam elektronika adalah resistor, kapasitor, dan induktor.
  • Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara).
    • Misalnya:
      • Pengujian melalui simulasi pada perangkat lunak berhasil, tetapi pengujian pada perangkat keras gagal.
  • Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.
    • Misalnya:
      • Apabila diperlukan, pengujian dapat dilakukan hingga lima kali.
    • Tetapi tanda koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat. Misalnya:
      • Pengujian dapat dilakukan hingga lima kali apabila diperlukan.
  • Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.
    • Misalnya:
      • Pengujian yang kami lakukan dengan teknik tersebut gagal. Oleh karena itu, kami mencoba menggunakan teknik yang lain.
  • Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya.
    • Misalnya:
      • Eko Murdyantoro, M.A. menyandang gelar Master of Art dari UGM.
    • Tetapi tidak dipakai untuk singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
      • Eko Murdyantoro M.A. memiliki nama lengkap Eko Murdyantoro Mangku Atmojo.
  • Tanda koma dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
    • Misalnya:
      • 12,5 m
      • Rp750,00
  • Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi.
    • Misalnya:
      • Semua mahasiswa FT Unsoed, baik Teknik Elektro maupun Teknik Sipil, harus mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru.
  • Tanda koma dapat dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca/salah pengertian.
    • Misalnya:
      • Dalam pengukuran nilai daya, kita harus memperhatikan posisi kabel powermeter.
    • Bandingkan dengan,
      • Dalam pengukuran nilai daya kita harus memperhatikan posisi kabel powermeter.

Tanda Titik Koma

  • Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk.
    • Misalnya:
      • Pengukuran secara otomatis gagal; pengukuran manual pun gagal.
  • Tanda titik koma dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa.
    • Misalnya:
      • Syarat penerimaan pegawai di PT PLN adalah - (1) berkewarganegaraan Indonesia; - (2) berijazah sarjana S-1 Teknik Elektro; - (3) berbadan sehat; dan - (4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tanda Titik Dua

  • Tanda titik dua serangkai dengan kata di depannya.
    • Misalnya:
      • Adikku ada dua: Adi dan Ani
    • Tetapi untuk pemerian, tanda titik dua dipisahkan dengan kata di depannya. Misalnya:
      • Ketua Jurusan : Farida Asriani, S.T., M.T.
  • Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.
    • Misalnya:
      • Ada dua macam hukum Kirchoff: hukum Kirchoff arus, dan hukum Kirchoff tegangan.
    • Tetapi tanda titik dua tidak dipakai jika perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Misalnya:
      • Mahasiswa harus memahami hukum Kirchoff arus dan hukum Kirchoff tegangan.
  • Tanda titik dua dipakai pada perbandingan.
    • Misalnya:
      • Zat kimia tersebut merupakan pencampuran air dan minyak dengan rasio 3:1.

Tanda Hubung (-)

  • Tanda hubung dipakai untuk merangkai kata sebagai berikut.
    • se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. Misalnya:
      • se-Indonesia, se-Jawa Barat
    • ke- dengan angka. Misalnya:
      • peringkat ke-2
    • angka dengan –an. Misalnya:
      • tahun 1950-an
    • kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital. Misalnya:
      • hari-H, sinar-X, ber-KTP, di-SK-kan
    • kata dengan kata ganti Tuhan. Misalnya:
      • ciptaan-Nya, atas rahmat-Mu
    • huruf dan angka. Misalnya:
      • D-3, S-1, S-2
    • kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital. Misalnya:
      • KTP-mu, SIM-nya, STNK-ku
  • Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.
    • Misalnya:
      • di-back up
      • meng-inverse
  • Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan.
    • Contohnya:
      • dua-puluh-lima ribuan (25 x 1.000)
      • 23/25 (dua-puluh-tiga perdua-puluh-lima)
      • papan-kunci plastik
      • kotak kayu-kalimantan
    • Bandingan dengan hal berikut.
      • dua-puluh lima-ribuan (20 x 5.000)
      • 20 3/25 (dua-puluh tiga perdua-puluh-lima)
      • papan kunci-plastik
      • kotak-kayu kalimantan

Tanda Pisah (—)

  • Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
    • Misalnya:
      • Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
  • Tanda pisah dapat dipakai juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain.
    • Misalnya:
      • Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
  • Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan' atau ‘sampai ke'.
    • Misalnya:
      • Tahun 2010—2013
      • Tanggal 5—10 April 2013
      • Jakarta—Bandung

Tanda Kurung

  • Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
    • Misalnya:
      • Dia memperpanjang surat izin mengemudi (SIM).
      • Warga baru itu belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk).
      • Lokakarya (workshop) itu diadakan di Manado.
  • Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.
    • Misalnya:
      • Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.
  • Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian.
    • Misalnya:
      • Faktor produksi menyangkut (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.
      • Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan
        • (1) akta kelahiran,
        • (2) ijazah terakhir, dan
        • (3) surat keterangan kesehatan.
  • Tanda kurung dapat dipakai untuk menyatakan sitasi.
    • Misalnya:
      • Resistor adalah piranti yang memiliki nilai resistansi tertentu (Echols dan Pieters, 2011).

Tanda Kurung Siku

  • Tanda kurung siku dapat dipakai untuk menyatakan sitasi.
    • Misalnya:
      • Resistor adalah piranti yang memiliki nilai resistansi tertentu [1].

Tanda Garis Miring

  • Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
    • Misalnya:
      • Nomor: 7/PK/II/2013
      • Jalan Kramat III/10
      • tahun ajaran 2012/2013
  • Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap.
    • Misalnya:
      • mahasiswa/mahasiswi = ‘mahasiswa dan mahasiswi'
      • dikirimkan lewat darat/laut = ‘dikirimkan lewat darat atau lewat laut'
      • buku dan/atau majalah = ‘buku dan majalah atau buku atau majalah'
      • harganya Rp1.500,00/lembar = ‘harganya Rp1.500,00 setiap lembar'