Penulisan Naskah Ilmiah Bidang Teknik Elektro

Pedoman Dasar Penulisan Naskah Ilmiah

  • Awali dengan membaca pedoman penulisan dan patuhi seluruh pedoman. Untuk Teknik Elektro Unsoed, pedoman yang dipakai adalah podoterus.
  • Tulis naskah dengan mengaktifkan fitur pemeriksa ejaan (spell checker) bahasa Indonesia pada pengolah kata anda.
  • Periksa ejaan pada naskah berdasar Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
  • Periksa kosakata pada naskah dengan tahapan sebagai berikut.
    • Jika istilah yang dimaksud terdapat di KBBI, gunakan istilah dalam KBBI.
    • Jika istilah tersebut tidak ada di KBBI, cari dan gunakan istilah baku berdasarkan dokumen resmi.
    • Jika istilah baku tidak ada di dalam dokumen resmi atau tidak ada pedomannya, buat penyerapan istilahnya yang tepat.
    • Jika tidak ditemukan pula istilah dalam bahasa Indonesia yang menyatakan istilah tersebut, silakan tuliskan dengan istilah asing dan dituliskan secara miring. Cantumkan definisi atau maksud dari istilah asing tersebut dalam daftar istilah atau dalam paragraf.
  • Setiap gambar atau tabel harus dirujuk di dalam paragraf.
  • Cantumkan setiap sitasi (kutipan, rujukan) yang bersumber dari naskah lain. Cara menuliskan sitasi dengan gaya IEEE adalah seperti contoh berikut.
    • "Kalimat ini merupakan sitasi dari naskah [12] dan juga bersumber dari rujukan [13].

Teknologi untuk Penulisan Naskah dalam Bahasa Indonesia

  • Gunakan pengolah kata (word processor) seperti Microsoft Word, Libre Office, atau Google Docs dan maksimalkan semua fitur yang ada. Fitur yang sebaiknya anda kuasai adalah:
    • Style. Aturstyle seperti normal, heading 1, heading 2, heading 3, caption, dll. Atur penomoran otomatis secara bertingkat (multilevel list) pada heading.
    • Penomoran daftar. Atur penomoran secara otomatis khususnya dengan metode multilevel list.
    • Penomoran halaman. Atur penomoran halaman secara otomatis. Gunakan section break untuk mempertahankan urutan penomoran halaman meskipun mengubah format halaman.
    • Judul tabel dan gambar. Gunakan caption (klik kanan, caption ) untuk melabeli dan menomori tabel dan gambar secara otomatis. Jika diperlukan, atur penomoran tabel dan gambar secara bertingkat dengan memasukkan nomor bab.
    • Sitasi. Gunakan fitur sitasi (citations and bibliography) yang tersedia pada pengolah kata untuk memasukkan sitasi, mengolah sitasi, dan mengatur sitasi secara otomatis. Untuk menampilkan daftar pustaka dari sitasi secara otomatis, gunakan menu bibliography. Untuk manajemen sitasi lebih lanjut, perangkat lunak sitasi (seperti Zotero dan Mendeley) dapat digunakan.
    • Daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar. Gunakan fitur table of contents atau table of figures untuk membangkitkan daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar secara otomatis berikut halaman lokasinya.
    • Referensi silang (cross reference). Gunakan fitur referensi silang untuk mengutip judul gambar dan tabel (caption) secara otomatis.
    • Perbaruan sitasi, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan referensi silang. Secara periodik perbarui seluruh referensi (update, pilih semua, klik kanan, update field) untuk menyesuaikan penambahan referensi, perubahan halaman, atau perubahan nomor.
    • Aktifkan pemeriksa ejaan (spelling checker). Aktifkan fitur pemeriksa ejaan untuk bahasa Indonesia. Mohon diperhatikan bahwa pemeriksa ejaan pada pengolah kata tidak selalu sesuai dengan PUEBI dan KBBI.
    • Find and Replace. Gunakan fitur find and replace untuk secara cepat memperbaiki kesalahan yang sifatnya massal.
  • Periksa ejaan bahasa Indonesia anda berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Silakan gunakan PUEBI Daring atau PUEBI.pdf. Sebagai pengaya, silakan gunakan pula Wikipedia:Pedoman penulisan tanda baca, Wikipedia:Pedoman gaya/Huruf kapital, Wikipedia:Pedoman gaya/Singkatan dan akronim, Wikipedia:Pedoman gaya/Tanggal dan angka, Wikipedia:Pedoman ejaan dan penulisan kata
  • Periksa kosakata dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Silakan gunakan KBBI Daring - Resmi, KBBI dengan fitur pelengkap, Kateglo dan Wikipedia:Daftar kosakata bahasa Indonesia yang sering salah dieja.
  • Periksa istilah baku pada dokumen yang tersedia, misalnya untuk bidang komputer pada Kiat Pembakuan Peristilahan Perkomputeran Bahasa Indonesia, atau bidang ketenagalistrikan pada bagian Glossary atau SNI Istilah Ketenagalistrikan, atau SPLN 70-1 s.d. SPLN 70-9 tentang Pembakuan Istilah Teknik bidang Ketenagalistrikan.
  • Periksa padanan kata yang tepat dengan menelusuri istilah asingnya pada Wikipedia lalu pada bilah kiri pada menu Languages pilih Bahasa Indonesia untuk mencari padanannya pada bahasa Indonesia.
  • Buat penyerapan istilah asing menjadi bahasa Indonesia dengan pedoman Buku Penyuluhan Tata Istilah, atau Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah. Aplikasi penerjemah seperti Google Translate dapat pula dipakai untuk menyerap istilah asing.

Podoterus

Nama Diri di FT Unsoed

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  • Universitas Jenderal Soedirman

Maksud Naskah

  • Disusun untuk untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Soedirman
  • Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Soedirman

Gaya Penulisan

Gaya Menulis Istilah

  • Periksa istilah kosakata pada naskah dengan tahapan sebagai berikut.
    • Jika istilah yang dimaksud terdapat di KBBI, gunakan istilah dalam KBBI.
    • Jika istilah tersebut tidak ada di KBBI, cari dan gunakan istilah baku berdasarkan dokumen resmi.
    • Jika istilah baku tidak ada di dalam dokumen resmi atau tidak ada pedomannya, buat penyerapan istilahnya yang tepat.
    • Jika tidak ditemukan pula istilah dalam bahasa Indonesia yang menyatakan istilah tersebut, silakan tuliskan dengan istilah asing dan dituliskan secara miring.
  • Cantumkan definisi atau maksud dari istilah dalam suatu paragraf atau dalam daftar istilah.
  • Tuliskan definisi/maksud istilah saat istilah tersebut pertama kali dituliskan. Selanjutnya definisi/maksud tersebut tak perlu diulang lagi.

Gaya Menulis Naskah

  • Setiap kalimat harus sempurna (minimal memiliki Subyek dan Predikat).
  • Paragraf terdiri dari beberapa kalimat. Hindari paragraf hanya dengan satu kalimat.
  • Setiap paragraf harus memiliki suatu gagasan utama. Gagasan utama dapat diletakkan di awal (deduktif) atau di akhir (induktif) atau awal dan akhir paragraf.

Gaya Menulis Singkatan

  • Ketika singkatan/akronim sudah diterangkan kepanjangannya pada daftar istilah atau pada paragraf sebelumnya, maka tak perlu diulang kepanjangannya pada paragraf selanjutnya.

Gaya Menulis Gambar/Tabel

  • Gambar/tabel harus dirujuk dalam naskah dan memiliki posisi sedekat mungkin dengan naskah yang merujuknya.
  • Nomobr gambar/tabel berurut sesuai dengan urutan perujukannya dalam naskah.
  • Jika memungkinkan tampilkan gambar/grafik secara berwarna dan jelas dengan resolusi tinggi, jika tidak (hitam putih), pastikan gambar dapat dibedakan dengan jelas dan grafik variabel berbeda memiliki pola yang berbeda.
  • Usahakan gambar/tabel dalam bentuk landscape.
  • Pada grafik, semua sumbu harus memiliki label dan (jika ada) satuan.
  • Pada tabel, semua baris dan kolom membutuhkan judul (header).
  • Setiap gambar/tabel harus memiliki keterangan (caption)

Gaya Menulis Keterangan (Caption) Gambar/Tabel

  • Keterangan bersifat deskriptif dan memberikan informasi tambahan terhadap naskah
  • Ketika menerangkan tabel atau grafik, deskripsikan variabel terkait
  • Keterangan bersifat singkat dan padat
  • Kutip sumber dari gambar/tabel jika ada
  • Keterangan gambar/tabel harus dalam halaman yang sama dengan gambar/tabel-nya
  • Keterangan dapat berupa judul atau kalimat utuh.
  • Tips menulis keterangan adalah seperti ketika kita menceritakan ringkas suatu gambar/tabel pada orang lain

Daftar Persiapan Penulisan Naskah

  • Baca pedoman penulisan.
  • Pelajari fitur perangkat lunak pengolah kata.
  • Siapkan dan atur fitur style khususnya heading, normal, dan caption.

Daftar Pemeriksaan Naskah

  • Periksa penulisan nama dan gelar.
  • Periksa penulisan nama dan singkatan lembaga dan organisasi.
  • Periksa penulisan angka dan satuan.
  • Periksa penulisan huruf kapital dan huruf miring.
  • Periksa penulisan spasi dalam kalimat dan spasi antar baris.
  • Periksa penulisan titik (.) dan koma (,).
  • Periksa penulisan garis miring (/) tanda kurung ((…)) dan kurung siku ([…]).
  • Periksa penulisan kosakata dan kesesuaiannya dengan KBBI, istilah baku, dan padanan kata.
  • Periksa nomor halaman dan penulisan nomor dan judul bab, sub-bab, serta caption gambar, dan tabel.
  • Periksa apakah tabel dan gambar telah dirujuk di dalam naskah (paragraf).
  • Periksa penulisan sitasi dan daftar pustaka.
  • Periksa pembuatan daftar pustaka, daftar gambar, dan daftar tabel.

Naskah Laporan Kerja Praktik

  • Bab 1 : Latar belakang yang mengantarkan kepada judul
    • konteks (seperti: Indonesia, industri, dll.)
    • perusahaan (seperti: profil ringkas, kontribusi, dll.)
    • teknologi (yang menjadi topik laporan kerja praktik)
  • Bab 2 : Tinjauan perusahaan yang mengantarkan kepada deskripsi divisi/bagian lokasi kegiatan kerja praktik
    • tinjauan historis
    • tinjauan manajemen
    • tinjauan produk
    • deskripsi divisi/bagian
  • Bab 3 : Tinjauan pustaka secara generik (tidak spesifik lokasi kegiatan) yang relevan dengan topik laporan
  • Bab 4 : Pembahasan yang mendeskripsikan topik teknologi dan aktivitas kerja praktik
    • pembahasan sistem (dari makro ke mikro)
    • pembahasan teknologi
      • perangkat keras (piranti) (dari makro ke mikro)
      • perangkat lunak (dari back-end ke front-end)
      • metode (prosedur) (dari tahap ke tahap)
    • pembahasan aktivitas
  • Bab 5 : Kesimpulan yang menyimpulkan teknologi dan aktivitas kerja praktik, serta saran penulis untuk perbaikan sistem/teknologi pada perusahaan atau mekanisme kerja praktik